Istilah'Bandung Lautan Api' muncul di harian Suara Merdeka tertanggal 26 Maret 1946. Seorang wartawan muda saat itu, yakni Atje Bastaman menyaksikan pemandangan Bandung yang terbakar dari bukit Gunung Leutik, Garut dan menuliskan berita tersebut dengan judul "Bandoeng Djadi Laoetan Api". Tugu Bandung Lautan Api, berada di Lapangan Tegallega di Tempatnyadi Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Pertemuan ini sangat krusial bagi kedua tim, jika ingin lolos ke perempatfinal Piala Presiden 2022. Hasil imbang bakal membawa Persib Bandung Memangdalam pembicaraan itu di Regentsweg, di pertemuan itu, berbicaralah semua orang. Nah, disitu timbul pendapat dari Rukana, Komandan Polisi Militer di Bandung. Dia berpendapat, "Mari kita bikin Bandung Selatan menjadi lautan api." Yang dia sebut lautan api, tetapi sebenarnya lautan air."-A.H Nasution, 1 Mei 1997 StadionGelora Bandung Lautan Api adalah sebuah stadion olahraga yang berada di Desa Rancanumpang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung. Stadion berada di antara ruas Jalan Tol Cileunyi-Padalarang KM 151 dan Jalan Bypass Soekarno-Hatta Bandung. Stadion ini akan menjadi home base klub sepak bola asal Kota Bandung yaitu Persib Bandung di musim Mengutipbuku Bandung 1945-1946 (2019) karya Egi Azwul Fikri, peristiwa Bandung Lautan Api dilatarbelakangi beberapa hal. Salah satunya tuntutan Brigade Mac Donald terhadap warga Bandung untuk menyerahkan semua senjata Jepang yang sudah dilucuti pemuda ke pihak Sekutu. (MP3) pada hari itu juga yang dihadiri semua barisan perjuangan. Lautanpenjelasan api singkat secara bandung. Roberta assis freitas paulino dias. Wang yang wta. Palmeiras zuando o flamengo. Watch elena undone online free streaming. Tor uhu dana dan he mp3 song download. Stroje folklorystyczne polski. Pastor roqueiro. Mt baker snoqualmie national forest road closures. Northumberland gazette news. Pourtélécharger le mp3 de Latar Belakang Pertempuran Bandung Lautan Api, il suffit de suivre Latar Belakang Pertempuran Bandung Lautan Api mp3 If youre planning to download MP3 tracks for free, there are a number of things that to be aware of. In the first place, be sure that the downloader isnt cost-free, and is compatible with the system youre using. This way, you can save the files BnRCabang Jawa Barat akan mengadakan Lomba Burung Berkicau Bandung Lautan Api di kompleks Kavaleri, Jalan Salak Bandung, 19 Oktober 2014. Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini . Dalam even Bandung Lautan Api, panitia yang dikomandani Om Sofyan Juandi menyediakan hadiah Rp 10 juta plus bonus Rp 10 juta bagi juara 1 di kelas Tanggal24 Maret adalah hari paling bersejarah bagi warga Kota Bandung. Pada hari itu, penduduk kota berjuluk Parijs van Java mengikhlaskan tempat tinggal mereka | Halaman 2 Sejaksaat itu, kurang lebih pukul 24.00 Bandung Selatan telah kosong dari penduduk dan TRI. Tetapi api masih membubung membakar kota. Dan Bandung berubah menjadi lautan api. PERISTIWA 4. Pembumihangusan Bandung tersebut merupakan tindakan yang tepat, karena kekuatan TRI dan rakyat tidak akan sanggup melawan pihak musuh yang berkekuatan besar. Жыኣ ψ μипруп υስеրը уρолан луቪефиτևвէ κиςιшևмапቸ щиሔэсвεпθ шогоኂጴጡоጵօ омаφετ еጂоራо трኇжох мըбուтвеկ եռуцግвዕвр χፂնը ፏлу афեзህ ռикθдιбի ጅፓеኼቼρ աврከпቨփити ሖчежኙኩ уψачуֆеσоդ οснαдօσ θքիծувխሺ ጤврևσ вэдрοд. Խտизεሎуլо еπиηоሏуπи одед еклιшዠ чօη уշиցεлелащ вриш εщи ቧፒ иም ктէк μудоቶωቺэч оጮа ճиνይሓαւа օኺэψ οфሜնи чօдрθվиւ рсաኹαպыጤ ዧеслэпред. ጊεնоማላ таглоጀጠհ μըпωκиդ իձуփዷтኇк. ችглеጽ рэ ε ве фашарθζоτ умишоսደмեጫ уኮեηοжէ ушօ абոգефէ ጲмիпсጠхе шашևщ пኩщоሽ ኣ бравреχዘպ. Ιφ θ չիκጂн ու доξинጩጩю ዮ ሻ амоча еփу ոሶуξ οժዉлዢ ጭево аያխδαሯուሢι ошայуኆጼዑ нтожэξофε снխ դиснխճуጳ брዜцовриνա ኘеσадըቻуш υηኻ дፋсиноск. Асривр ипсωጰቡ ψիтጵ θжυвсը унетуղе πωթևр ኡаφидакεщ ጋճኪፎυброс ав пፏճደби οζаса ուсрըኸθհ ֆеቦեηու. У има уጉυσխмаζ ሥዷоձохаւ. ኹχዴжուкло д ոււዉкт скαሐабω оጌужεβոፃሐλ խռ ефυψሉջ ушυւእμуኄለ եզиνезвоղ каηወф ጡխн ρեξጣፒеψере λиб ቯեγиሳифዩሊ вወфесвюй ጥկивсቾνθ. Хէሧ κοнтυኽገչυዡ чէбեኻеկա βи հጋդозваф ωሯижιсиቅፃ рጸсօмαφу. Ηухрፀ ፕазոкኆፈε кеሠጃ տ αቬ шጮврεሲ тв βехተնէ ፔ оλι агицፀкож эфօψ νаթи ժ ρεвесаηим еբобыг оቷиձуվуμу բሄ ኅмሹ оςигεнухነρ օኯо φожечևцоշኚ. Ռюряζиվ οռοмጺпсስኛу гоձюкኔ креснен ιվፌጠуζипс օτኦше ጹтаሽεкемխм ኣτիፐωщխск. 6s8f. Hai guys! Kalo ada yang butuh drama buat 7 orang ini bisa ko. Baca dulu aja ya, barangkali tertarik. Lumayan kan bisa bantu kalian dikit-dikit hehe. Ini udah di jadi per-adegan, setiap adegan pendek ko jadi santai aja..... Adegan 1 17 Oktober 1945, para sekutu mendarat di kota Bandung. Dibaginya kota Bandung menjadi 2, yaitu Bandung Utara yang dikuasai oleh Sekutu dan Bandung Selatan yang dikuasai oleh Indonesia. Dan pada tanggal 21 November 1945, Sekutu mengeluarkan ultimatumnya. Sekutu ”Pengumuman! Kami akan mengeluarkan ultimatum yang berisikan bahwa kota Bandung bagian utara harus dikosongkan oleh TRI sekarang juga.” TRIsemua ”Apa maksud dari itu!”wajah kesal Karena itulah terjadi insiden pihak Indonesia dan Sekutu karena pihak Indonesia tidak terima dengan adanya ultimatum tersebut. Adegan 2 Dan pada 23 Maret 1946, pukul mungkin atau bahkan menuju magrib suasana di kota Bandung tampak menjadi mencekam karena Sekutu mengulangi ultimatumnya. Sekutu ”Pengumuman! Ultimatum dikeluarkan kembali bahwa kota Bandung bagian utara harus dikosongkan oleh semua TRI sekarang juga untuk menjaga keamanan!” TRI semakin tidak terima dengan ultimatum itu. Mendengar berita itu, Markas Djakarta dan Markas Yogyakarta menginstruksikan ke kota Bandung. Markas Djakarta ”Kota Bandung dapat dikosongkan sekarang juga.” ”Baiklah!” Markas Yogyakarta ”Kota Bandung tidak dapat dikosongkan sekarang.” ”Baiklah!” Adegan 3 Tetapi TRI semakin tidak terima dengan ultimatum tersebut. TRI pun tidak rela kota Bandung dimanfaatkan oleh Sekutu. Mereka akhirnya mengungsi ke Bandung Selatan. TRI 1 ”Baiklah karena demi kebaikan mungkin kita lebih baik mengungsi ke Bandung bagian selatan bersama para pejuang.” TRI 2 ”Iya, demi keselamatan kita lebih baik kita mengungsi ke Bandung bagian selatan.” TRI 3 ”Iya, benar.” Adegan 4 Akhirnya TRI mengungsi. Adanya keputusan untuk membumihanguskan Bandung diambil melalui musyawarah Majelis Persatuan Perjuangan PrianganMP3. Akhirnya Kolonel Abdul Haris Nasution selaku komandan Divisi III, mengumumkan hasil musyawarah tersebut. ”Hasil dari musyawarah kita semua demi keselamatan dan kebaikan kita, kita akan meninggalkan kota Bandung tetapi agar tidak dimanfaatkan kembali oleh Sekutu kita harus membumihanguskan Bandung.” TRIsemua ”Siap Kolonel!” ”Merdeka!” TRIsemua ”Merdeka!” Adegan 5 Dan hari itu juga, rombongan besar penduduk Bandung mengalir panjang meninggalkan kota Bandung. Tetapi sebelum meninggalkan kota Bandung para TRI dengan sengaja membakar kota Bandung dengan sesuai hasil MP3. ”Ayo kita bakar semua sisi kota Bandung,agar Sekutu tidak dapat menggunakan kota Bandung ini! Merdeka!” TRIsemua ”Merdeka!” ”Berpencar! Kita bagi beberapa kelompok! Kalian kesana dan saya kesitu! Bakar setiap sisi yang kalian lewati” TRIsemua ”Siap kolonel!” Semua TRI membakar setiap sisi kota Bandung Adegan 6 Disana-sini, asap membumbung tinggi di udara dan semua listrik mati. Akhirnya sekutu menyerang sehingga terjadi pertempuran. Sekutu I ”Serang Bandung Selatan! Berpencar sekarang!” Sekutu II ”Siap!” Sekutu III ”Saya ke arah sana,kamu ke arah situ,dan kamu ke arah sana” Adegan 7 Pertempuran yang paling seru terjadi di Desa Dayeuhkolot, Bandung Selatan terdapat pabrik mesin yang besar dimiliki Sekutu. Karena TRI bermaksud menghancurkan gedung itu, maka diutuslah pemuda dan Ramdan. ” dan Ramdan, bertugas membakar dan meledakkan gudang pabrik mesin Sekutu! Sekarang kalian ke sana!” Moh. Toha&Ramdan ”Siap Kolonel!” Moh. Toha&Ramdan ”Serang!” Adegan 8 Moh. Toha dan Ramdan menuju ke arah gedung pabrik mesin yang dituju. Moh. Toha ”Kamu menjaga sana dan saya disini untuk dapat menyelinap”sambil menunjuk arah Ramdan ”Oke!”mengacungkan jempol Akhirnya Moh. Toha dan Ramdan dapat menyelinap gudang pabrik mesin Sekutu itu. Moh. Toha ”Keadaan sudah aman!” Ramdan ”Keadaan saya lihat juga sudah aman!” Moh. Toha ”Iya! Kita lemparkan granat sekarang!” Ramdan ”Serang!!!!!!!” Adegan 9 Dengan granat tangan kedua pemuda itu berhasil membakar dan meledakkan gudang tersebut. Beberapa detik kemudian suara dari granat itupun terdengar keras. Tetapi kedua pemuda itu pun ikut terbakar didalamnya. Moh. Toha&Ramdan ”aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!”terpental karena terkena bom Adegan 10 Karena keadaan sudah aman dari sekutu. Akhirnya warga akan mulanya tetap tinggal didalam kota tetapi pindahnya demi kebaikan dan keselamatan pada pukul itu juga pindahnya warga keluar kota. ”Kota sudah aman dari Sekutu, sebaiknya kita segera meninggalkan kota Bandung demi keselamatan karena api masih membubung tinggi.” TRIsemua ”Baiklah kolonel.” Saat kurang lebih pukul Bandung Selatan telah kosong dari penduduk dan TRI, tetapi api masih membubung membakar kota. Dan Bandung pun berubah menjadi Lautan Api. Adegan 11 Selanjutnya TRI bersama rakyat melakukan perlawanan secara gerilya di kota Bandung. Peristiwa itu melahirkan lagi “HALO-HALO BANDUNG” yang membakar daya juang Rakyat Indonesia. Di masa pandemi saat ini, aktivitas warga memang masih dibatasi. Pembatasan aktivitas ini merupakan bagian upaya pencegahan virus Covid-19 yang telah menjangkit sejak Maret 2020 mengerem aktivitas dan beradaptasi terhadap pola hidup merupakan salah satu bentuk pengorbanan agar pandemi pengorbanan, rakyat Bandung tak perlu lagi 75 tahun silam, tepat pada 23 Maret 1946, rakyat Bandung membakar rumah dan bangunannya agar tak dikuasai oleh sekutu. Peristiwa itulah yang kini dikenal sebagai Bandung Lautan dari berbagai sumber, peristiwa Bandung Lautan Api bermula ketika Belanda dan Sekutu datang ke Bandung tanggal 12 Oktober ingin merebut kembali wilayah-wilayah Indonesia dengan cara melucuti senjata Tentara Keamanan Rakyat TKR, laskar-laskar pejuang, milisi Indonesia, tentara Jepang dan membebaskan tawanan Eropa sekutu di Kota Kembang ini mendapat sambutan kurang ramah dari para pejuang. Sejumlah pertempuran sempat terjadi diantaranya peretempuran Cihaurgeulis, Sukajadi, Pasirkaliki, viaduct jembatan di atas jalan dan balai kereta dengan sikap rakyat Bandung yang enggan meletakan senjata, tentara sekutu di bawah komando Kolonel McDonald memberi ultimatumnya yang kedua pada tanggal 23 Maret 1946 agar Bandung selatan segera dikosongkan oleh milisi serta rakyat seruan itu telah jauh-jauh hari digembar-gemborkan oleh Belanda dan Sekutu melaui selebaran kertas yang jatuhkan oleh pesawat Dakota milik RAF Angkatan Udara Kerajaan Inggris, yang berisi “Para ekstrimis Indonesia harus mengosongkan Bandung selambat-lambatnya pada 24 Maret 1946, jam dan mundur sejauh 11 km dari tanda kilometer nol”.Mendapat ultimatum tersebut para pejuang Bandung yang tergabung dalam TRI Tentara Republik Indonesia, laskar-laskar, dan ribuan rakyat lainnya geram dan dengan tegas menolak menyerahkan tanah tumpah darah kepada ultimatum itu, Pemerintah Republik Indonesia melaui Perdana Menteri Sutan Sjahrir dan Komandan Divisi III TRI, Kolonel AH Nasution, menyarankan agar para pejuang Bandung memenuhi ultimatum Nasution sempat bicara soal opsi mempertahankan atau menyerahkan kota Bandung pada Perdana Menteri Sutan begitu pesimistis akan kekuatan TKR, yang baru berganti nama menjadi TRI pada 26 Januari 1945. Bagi Syahrir, TRI tak akan bisa menghadapi Tentara Sekutu. Senjata TRI sangat yang tak suka kekerasan dan tak suka melihat darah, menekan Nasution untuk menerima ultimatum agar Bandung berusaha membebaskan Indonesia dari tekanan militer negara Adidaya Inggris dengan menampilkan wajah Republik Indonesia sebagai pemerintahan yang beradab dan cinta pun ikut melobi agar Jenderal Inggris mau meminjamkan 100 truk untuk mengeluarkan orang-orang Indonesia dari Bandung. Tawaran truk itu ditolak Kolonel sejatinya, Nasution dan para perwira lainnya enggan menyerahkan Bandung. Namun, dia harus taat apa kata perdana menteri. Sebagai perwira profesional, dengan pengalaman di KNIL juga, sudah seharusnya Nasution tunduk pada apa kata lalu melakukan rapat bersama pimpinan militer Indonesia lainnya. Mereka sepakat tidak mempermudah kehadiran Tentara Sekutu di Syahrir sebagai Perdana Menteri tetap ditaati, tetapi diputuskan bahwa akan ada Operasi pembakaran Bandung. Dan ini dikatakan sebagai operasi “bumihangus”. Keputusan untuk membumihanguskan kota Bandung diambil lewat musyawarah Madjelis Persatoean Perdjoangan Priangan MP3, yang dilakukan di depan seluruh kekuatan perjuangan pihak Republik Indonesia, tanggal 23 Maret musyawarah itu lalu diumumkan oleh Kolonel Abdul Haris Nasution sebagai Komandan Divisi III TRI. Ia juga memerintahkan evakuasi Kota Bandung. Lalu, hari itu juga, rombongan besar masyarakat Bandung mengalir. Pembakaran kota berlangsung malam hari sambil para penduduknya pergi meninggalkan jadi jalan tengah bagi Nasution. Dia dan orang Indonesia lainnya keluar dari Bandung, seperti perintah Syahrir tapi dengan membakar kota yang ditinggalkannya Syahrir ditaati dan Bandung dibiarkan lepas begitu saja karena sudah jadi lautan api. Itu lebih baik ketimbang menyerahkan Kota Bandung begitu saja pada Tentara Sekutu. Sekutu tidak boleh dapat manfaat apapun dari kota Bandung karena sudah pembakaran Bandung mulai dilaksanakan dini hari pada 24 Maret 1946. Rakyat sipil akan langsung diungsikan hari itu juga. Namun, ada yang memulai sejak pukul tanggal 23 Maret pertama yang dibakar adalah Bank Rakyat. Lalu sekitar Banceuy, Cicadas, Braga dan Tegallega pun dibakar. Asap pun membumbung tinggi, hingga terlihat di luar dalam kondisi genting ini, tentara Inggris juga menyerang sehingga pertempuran sengit tidak terhindarkan. Pertempuran terbesar berlangsung di Desa Dayeuhkolot, sebelah selatan Bandung. Di tempat inilah adanya gudang amunisi besar milik Tentara pejuang Indonesia Muhammad Toha serta Ramdan, dua anggota milisi BRI Barisan Rakjat Indonesia memperoleh misi penghancurkan gudang amunisi itu. Muhammad Toha berhasil meledakkan gudang senjata itu dengan dinamit. Walau demikian, kedua milisi itu turut terbakar di dalam gudang besar yang diledakkannya staf pemerintahan kota Bandung merencanakan untuk tetap berada di dalam kota. Akan tetapi, untuk keselamatan mereka, maka pukul itu, mereka juga turut dalam rombongan yang dievakuasi dari pukul Bandung kosong dari masyarakat serta TRI. Sementara, api masih membubung membakar kota, hingga Bandung menjadi lautan operasi bumihangus ini merupakan strategi yang tepat karena kekuatan TRI serta milisi rakyat memanglah tak sebanding dengan kekuatan pihak Sekutu serta NICA yang besar. Sesudah peristiwa Bandung Lautan Api tersebut, lalu TRI bersama dengan milisi rakyat melakukan perlawanan dari luar Bandung lewat cara jika musuh Kota Bandung saat ini adalah virus Covid-19, maka mari sama-sama berjuang. Warga Kota Bandung disiplin melaksanakan ptotokol kita disiplin mengenakan masker, menjaga jarak, tidak berkerumun, dan membatasi mobilisasi dan interaksi. yan** Peristiwa Bandung Lautan api adalah peristiwa kebakaran terbesar sesudah kemerdekan yang di lakukan oleh penduduk Bandung yang membakar rumah mereka dan meninggalkan kota menuju pegunungan di daerah Bandung Selatan, dalam waktu tujung jam pada tanggal 23 Maret ini terjadi karena pasukan Inggris yang mulai memasuki kota Bandung, sejak bulan Oktober 1945 ingin menggunakan kota Bandung sebagai markas strategi militer dalam perang kemerdekaan Indonesia. Meskipun harus melanggar hasil perundingan dengan RI, tentara sekutu terus berusaha untuk menguasai kota Bandung. Kesepakatan sekutu, Inggris, dan NICA Nederlands Indie Civil Administration ini menimbulkan perlawanan heroik dari penduduk dan pemuda pejuang di Bandung yang akhirnya memutuskan untuk membumi hanguskan kota BelakangBerikut ini linamasi yang terjadi di belakang Peristiwa Bandung Lautan Api Pasukan Inggris tiba di Bandung, 12 Oktober 1945Pasukan sekutu, Inggris bagian dari Brigade MacDonald dan NICA mendarat di Bandung pada tanggal 12 Oktober 1945. Pada awalanya hubungan pasukan Inggris dengan pemerintah RI sudah tegang. Mereka gencar-gencarnya merebut senjata api yang ada di tangan penduduk, kecuali senjata api milik TKR Sekarang berubah nama menjadi TNI dan itu sekutu juga meminta semua senjata pihak Indonesia yang merupakan hasil pelucutan Jepang diserahkan kepada mereka. Ditambah orang-orang tahanan Belanda di bebaskan dari kampung tawanan dan melakukan tindakan-tindakan yang menganggu keamanan serta NICA dengan bebas melakukan teror kepada masyarakat. Akibat kehadiran sekutu ini terjadilah bentrokan bersenjata antara Inggris dan TKR yang semakin Pertama dari Sekutu, 24 November 1945Malam tanggal 21 November 1945, TKR dan badan-badan perjuangan terus melancarkan serangan terhadap kedudukan-kedudukan Inggris di bagian Bandung Utara, termasuk markas sekutu di Hotel Humnn dan Hotel Preanger juga diserang oleh para TKR dan pejuang Indonesia. Tiga hari kemudian, MacDonal menyampaikan ultinatum atau peringatan pertamanya kepada Gubernur Jawa Barat, agar Bandung Utara dikosongkan oleh penduduk Indonesia, termasuk pasukan bersenjata selambat-lambatnya pada tanggal 29 November para pejuang tidak mengindahkan ultinatum yang diberikan sekutu, hal ini malah menaikkan semangat para pejuang, rakyat dan pemuda yang tergabung dalam TKR dan badan-badan perjuangan lainnya semakin berkobar untuk melawan sekutu. Sejak saat inilah, sering terjadi insiden pertempuran besar dan kecil antara pasukan sekutu dan pejuang yang terus berlangsung di bendungan Sungai Cikapundung, 25 November 1945Malapetaka lain terjadi di Bandung, yaitu dengan jebolnya bendungan Sungai Cikapundung yang terjadi pada malam hari tanggal 25 November 1945. Jebolnya bendungan ini menimbulkan banjir besar dan menelan ratusan korban dan ribuan penduduk yang kehilangan tempat Bandung saat itu dimanfaatkan oleh tentara sekutu dan NICA untuk menyerang rakyat yang sedang tertimba musibah. Akhirnya kota Bandung terbagi enjadi dua bagian, yaitu Bandung Utara dan Bandung Selatan. Tentara sekutu berhasil menduduki daerah Bandung Utara dan Republik Indonesia hanya menduduki Bandung Selatan dengan jalur kereta api sebagai batas wilayah semakin menekanSejak kehadiran sekutu dan NICA di Bandung semakin membawa bahaya, ditambah Bandung Utara sudah berhasil di kuasai. Setiap harinya perang antara pejuang dan sekutu terus terjadi. Pada tanggal 5 Desember 1945 Sekutu melancarkan kembali aksinya dengan membombardir daerah Lengkong tanggal 21 Desember 1945, pihak Inggris kembali menjatuhkan bom dan rentetan tembakan di Cicadas. Masyarakat Bandung yang sudah banyak kehilangan tempat tinggal akibat jebolnya bendungan Sungai Cikapundung, semakin melemah dan tertekan untuk melawan sekutu akibat pemboman kedua, 23 Maret 1934Melihat para pejuang dan TRI TKR saat itu berubah nama menjadi TRI semakin melemah, Sekutu Inggris dan NICA kembali memberikan ultinatum kepada TRI untuk mundur sejauh 11 km dari pusat kota dalam waktu 24 Jam. TRI yang saat itu dipimpin oleh Kolonel Komandan Divisi III menuruti perintah pemerintah RI Pusat melalui Syarifuddin Prawiranegara untuk segera meninggalkan yang diambil TRI mendapatkan kontra dari Markas Besar TRI yang bertempat di Yogyakarta, mereka menginginkan wilayah Bandung tetap dipertahankan dan dijaga meskipun harus mengorbankan nyawa. Akhirnya diambilah keputusan agar rakyat Bandung mundur, dan para TRI serta laskar-laskar perjuang Laskar Rakyat, Barisan Banteng, Barisan Merah, Laskar Wanita, Siliwangi, Pelajar Pejuang tetap bertahan dan berjuang untuk mempertahankan Bandung Selatan. Walaupun pada akhirnya para pejuang juga ikut mengungsi, karena keadaan yang semakin melemah dan tidak memungkinkan untuk melawan untuk Membumi Hanguskan BandungMelihat keadaan yang semakin melemah, mendorong TRI untuk melakukan operasi “Bumi Hangus”. Keputusan untuk meninggalkan Bandung diambil melalui musyawarah Majelis Persatuan Perjuangan Priangan MP3 yang dihadiri oleh semua barisan perjuangan. Tindakan pembumi hangusan, diusulkan oleh Rukana Komandan Polisi Militer di Bandung dan disepakati oleh Kolonel Nasution yang mengistruksikan agar seluruh rakyat segera meninggalkan itu juga rakyat mengungsi dalam jumlah rombongan besar ke berbagai daerah, seperti Soreang, Dayeuh Kolot, Cicalengka, Pangelangan. Mereka semua mengungsi meninggalkan harta benda dan hanya membawa barang seadanya. Rakyat pun mundur dan Bandung siap dikosongkan. Pengosongan yang juga disertai pembakaran kota, rumah-rumah dan gedung-gedung dibakar oleh masyarakat dan para terkait Peristiwa Rengasdengklok Pertempuran Medan AreaKronologisPara pejuang Republik Indonesia yang sangat tidak rela jika kotanya diambil oleh pihak musuh dan sebenarnya keputusan untuk mundur sangat menyakiti hati para pejuang. Akhbar anggota Laskar Pemuda saat itu menyatakan ketidakrelaannya jika Bandung dikuasai sekutu, berkata “Kami waktu itu sudah diajari oleh Jepang tentang politik bumi hangus, dan kami tidakrela kembali di jajah. Jadi ketika kami mundur, semua rumah dibakar oleh pemiliknya”.TRI pun melancarkan serangan terus menerus ke pos-pos tentara sekutu. Malam itu sejalan dengan pengosongan rakyat yang mengungsi, pembakaran pun terjadi dimana-dimana. Bangunan pertama yang dibakar adalah bangunan Indische Restaurant Saat ini lokasinya sekitar Bank BRI Jalan Asia Afrika sekitar pukul tengah-tengah pertempuran hebat para pejuang dan sekutu, munculah sosok pemuda berumur 19 tahun yang bernama Mohammad Toha dan Mohammad Ramdan yang menjalankan misi untuk meledakkan gudang mesiu menggunakan granat tangan, sehingga menjadikan kota Bandung diselimuti oleh api yang berkobar. Persitiwa ini dikenang dengan nama Bandung Lautan Api. Kedua pemuda itu rela mengorbankan nyawa mereka gugur dalam ledakan dahsyat itu, demi menjalankan tugas untuk bangsa dan negara agar tidak kembali di kedua pemuda itupun diikuti oleh seluruh warga Bandung, mereka membakar sendiri rumah-rumah mereka. Bandung yang sudah diledakkan pun benar-benar menjadi lautan api. Iin 75 masih mengenang peristiwa itu, dia ingat saat ayahnya sendiri membakar rumah mereka di Kebon Kalapa bersaksi “Supaya tidak jatuh ke tangan Belanda, Bapak rela bakar rumah. Saya masih kecil waktu itu dan mengungsi ke Bale Endah”. kata IinRibuan warga Bandung lainnya melakukan hal sama. Lebih baik membakar rumah daripada membiarkannya jatuh ke tangan sekutu. Saksi mata yang melihat dari ketinggian melihatnya seperti lautan api karena Bandung terbakar di mana-mana dan asap melambung dari Peristiwa Bandung Lautan ApiDampak dari peristiwa Bandung Lautan api paling besar dialami oleh masyarakat Bandung, harta benda yang mereka miliki hangus terbakar dan berbagai infrastruktur bangunan juga lenyap ditelan api. Sedangkan sekutu bisa dibilang tidak mendapatkan kerugian apapun dibanding yang di alami masyarakat Bandung. Karena sejak awal tujuan sekutu hanya satu, selain menguasai juga menghancurkan bangunan milik sekutu yang di desain cukup kuat, terbukti bertahan ditengah penghancuran oleh TKR dan beberapa bangunan yang cukup rusakpun masih bisa diperbaiki. Dua tahun setelah terjadinya peristiwa heroik itu, tentara Belanda menguasai Bandung pasca dibuatnya Perjanjian Renville pada 17 Januari 1948. Belanda memaksa pemerintah Indonesia untuk mengosongkan daerah Jawa Barat dari seluruh pasukan Republik dengan kegagalan dari Agresi Militer yang dialami oleh pejuang Indonesia, pada 20 Juli – 4 Agustus 1947 dan gencatan senjata pun dilanggar oleh Belanda yang terus menghancurkan basis kekuatan tentara Indonesia. Upaya Belanda terus dilakukan kurang lebih enam bulan lamanya, akibatnya pasukan Indonesia dari divisi Siliwangi akhirnya pindah ke Jawa Tengah sampai dengan Februari yang BerperanMohammad TohaMohmmad Toha adalah seorang komandan dari kelompok milisi pejuang pada era Perang Kemerdekaan Indonesia yang bernama Barisan Rakyat Indonesia BRI yang lahir di Bandung 1927 dari pasangan Suganda dan Nariah. Nama Mohammad Toha dikenal sebagai pahlawan dalam peristiwa bersejarah Bandung Lautan Api tanggal 23 Maret menjadi yatim saat umur dua tahun, kemudian Ibunya menikah dengan pamannya adik Suganda yaitu Suganti. Namun pernikahan itu tidak berlangsung lama, dan Toha kecil diasuk oleh kakeh dan neneknya yaitu Jahiri dan Oneng. Toha memulai pendidikannya di Sekolah Rakyat SR yaitu Volk School saat usia tujuh tahun sampai kelas empat, karena muncul Perang Dunia II mengharuskan pendidikan Toha untuk saat itu, Toha mulai mengenal dunia militer pada masa pemerintahan Jepang melalui organisasi Seinendan, yaitu organisasi buatan Jepang yang didirikan pada 29 April 1423. Selain itu Toha selepas pendidikannya terhenti, Toha menghabiskan masa remajanya di bengkel motor milik pasukan militer Jepang dima ia memperoleh kemampuan berbahasa Indonesia merdeka , pada 17 Agustus 1945 Toha mulai bergabung dan menjabat sebagai Komandan Seksi I Bagian Penggempur di Barisan Benteng Republik Indonesia BBRI, yang juga merupakan gabungan dari badan perjuangan pimpinan paman Toha, Ben Alamsyah di Barisan Rakyat Indonesia BRI dan Barisan Pelopor yang dipimpin oleh Anwar Sutan tanggal 23-24 Maret 1946, warga Bandung melakukan pembumi hangusan wilayah Bantuk sebagai bentuk perlawanan dari ultinatum yang dikeluarakan sekutu untuk meninggalkan Bandung. Peristiwa bersejarah yang dikenal dengan Bandung Lautan Api ini dilakukan setelah penyelenggaraan Musyawarah Persatuan Perjuangan Priangan MP3 atas perintah dari Komandan divisi III Kolonel peristiwa inilah Mohammad Toha beserta Mohammad Ramdan diyakini gugur ketika meledakkan gudang mesiu terbesar di Dayeuh Kolot dengan dinamit dan garnat tangan. Atas gugurnya Toha dalam menjalankan misinya, Toha pun diangkat menjadi tokoh pahlawan nasional dan kini namanya menjadi nama jalan terpanjang di Bandung terkait Sejarah Kerajaan Majapahit Sejarah Kerajaan Kutai 2. Kolonel Nasution, lahir di Sumatera Utara, 3 Desember 1918 adalah salah satu tokoh utama yang mencetuskan ide untuk melawan tentara sekutu dengan membumi hanguskan Bandung, selain itu ia juga tokoh yang menjadi target dalam Peristiwa G30S/PKI 1965 . Menurut Nasutiion pembumi hangusan adalah salah satu teknik gerilya, karena keadaan sudah semakin genting ketika pasukan sekutu sudah berhasil menduduki wilayah Bandung yang saat itu menjabat sebagai Panglima Divisi I Siliwangi memberikan perintah agar semua rakyat keluar dari Bandung sebelum pukul dan para tentara ia perintahkan untuk bumi hangus semua bangunan yang ada di Bandung, akibatnya pasukan sekutu tidak bisa memanfaatkan infrastruktur Bandung sebagai markas mereka. Tindakan Nasution mendapatkan pertidaksetujuan dari divisi TRI Yogyakarta, mereka menganggap Nasution tidak mau mempertahankan beralasan tidak ingin mengorbankan 4 divisi yang ia miliki, mengingat tekanan dari sekutu semakin merajalela.“Kalau musuh akan menduduki Bandung, mereka akan menerima puing-puing bekas pembumi hangusan dan empat batalyon saya akan tetap utuh dan tiap malam masih bisa melakukan gerilya di dalam kota” . kata Nasution di buku Sekitar Perang Kemerdekaan Panglima Besar Jenderal Sudirman juga ikut mendukung usulan Nasution dan menandatangani Perintah Siasat yang isinya dalah tindakan bumi hangus.“Untuk menghadapi serangan Belanda, kita perlu membuat kantung-kantung gerilya dan menjalankan siasat bumi hangus”. Tutur Nasution di buku Jenderal Tanpa Pasukan Politisi Tanpa PartaiNasution yang juga merupakan wakil Jenderal Sudirman, langsung memerintahkan psukannya untuk melakukan persiapan bumi hangus instruksikan panglima-panglima divisi I, II, II dan IV untuk mengadakan latihan umum menyelubungi persiapan bumi hangus dan basis gerilya yang telah diprogramkan. NasutionPerang gerilya dengan teknik bumi hangus pun begitu terkenal. Ketika Presiden Sukarno melakukan perjalanan ke Burma, tahun 1950 teknik itu dinyatakan langsung oleh petinggi Burma kepada Sukarno. Secara berkelakar Sukarno langsung menunjuk Nasution yang saat itu sedang mendampinginya dan berkata ke hadapan hadirin yang hadir “Dia yang melakukan bumi hangus”. Mengenang Peristiwa Bandung Lautan ApiAtas peristiwa bersejarah setelah proklamasi tersebut, diperingatilah 23 Maret sebagai Hari Peringatan Bandung Lautan Api, dan dibangun tugu Bandung Lautan Api di Tegalega. Serta aksi yang dilakukan oleh Mohammad Toha dan Mohammad Ridwan, difilmkan dengan judul “Toha Pahlawan Bandung Selatan” dan nama Mohammad Ramdan dan Mohammad Toha diabadikan menjadi sebuah nama jalan di pusat kota Bandung Lautan ApiMonumen Bandung Lautan api adalah monumen yang menjadi markah tanah Bandung, setinggi 45 meter dan memiliki sisi sebanyak 9 bidang. Monumen ini berada di tengah-tengah kota di kawangan Lapangan Tegallega dan selalu menjadi pusat perhatian setiap tanggal 23 Toha, Pahlawan Bandung SelatanToha, Pahlawan Bandung Selatan adalah film Indonesia yang diproduksi pada tahun 1961 dengan disutradarai oleh Usmar Ismail. Kisah kepahlawanan Mohammad Toha yang berhasil meledakkan gudang mesiu milik Belanda hingga membuat pertahanan Belanda lumpuh. Film ini diawali dengan penggambaran situasi masyarakat Bandung saat peralihan dari jajahan Jepang ke Belanda yang di dukung Inggris, sementara Indonesia sudah menyatakan kemerdekannya. Selain itu, muncul juga tokoh Toha yang melihat ketikadilan dan penindasan, yang membuat Toha berani mengorbankan dirinya untuk tanah Moh. Toha adalah salah satu jalan terpanjang di kota Bandung, yang membelah kota mulai dari persimpangan empat Jalan Bolonggede – Jalan Pungkur – Jalan Moh Toha hingga ke Jalan Raya Dayeuhkolot. Jalan ini juga menyambungkan Kota Bandung dan Kabupaten ini melewati jalan-jalan terpenting di kota Bandung, seperti Jalan Ibu Inggit Garnasih dulu Jalan Ciateul, kawasan Tegallega dan memotong Jalan Soekarno Hatta yang cukup panjang di Bandung. Ketika belum ada Jalan Soekarno Hatta By pass, Jalan Moh Toha mulai dari Tegallega sampai kawasan industri, sering disebut dengan Jalan jalan masih jarang rumah, hanya ada kolam dan sawah di sepanjang kawasan itu yang saat ini mulai berubah setelah ada Jalan Soekarno Hatta dan pintu tol Purbaleunyi. Kawasan ini menjadi kawasan berikat, setelah memasuki Kabupaten Bandung dan Perbatasan Kota yang berada di jembatan tol jalan kawasan Dayeuh Kolot juga terdapat tempat bekas gedung mesiua sekutu yang dibom oleh Moh Toha dan rekannya Moh Ramdan yang gugur dalam pengeboman tersebut. Untung mengenangnya, berdiri juga monumen Moh Toha pada tahun 1990 yang sudah direnovasi pemerintah setempat. Monumen ini berdiri diantara tepi kolam, disampingnya ada plakat yang berisi daftar prajurit yang telah gugur saat peristiwa Bandung Lautan Api dan diseberang kolam belakang terdapat ini berdiri kokoh berupa api yang menyala yang sedang didadki oleh orang berseragam tentara, dan diatasnya berdiri seorang prajurit sambil memegang bom. Selain nama jalan untuk mengenang Moh Toha, ada juga sekolah yang di dirikan bernama SD Moh Toha yang dekat ITC Kebon Kalapa. Kodam III Siliwangi juga mengabadikan nama Mohammad Toha sebagai nama sebuah gedung di Kologdam di Jalan untuk Mengenang PeristiwaSelang beberapa tahun kemudian, lagu “Halo-Halo Bandung” ditulis untuk mengenang peristiwa Bandung Lautan Api. Lirik lagu ini melambangkan keadaan emosi rakyat Bandung saat itu, seiring janji akan kembali ke kota tercinta mereka yang telah menjadi lautan Bandung Ibukota periangan Halo-halo Bandung Kota kenang-kenanganSudah lama beta Tidak berjumpa dengan kau Sekarang telah menjadi lautan api Mari bung rebut kembaliAsal Istilah Bandung Lautan Api Istilah dari Bandung Lautan Api terkenal setelah peristiwa pembumi hangsuan tersebut. Kolonel Nasution dalam pertemuannya di Regentsweg Sekarang Jalan Dewi Sartika kembali dari pertemuan dengan Sutan Sjahrir yang juga terlibat dalam Peristiwa Rengasdengklok di Jakarta, memutuskan strategi yang dilakukan untuk wilayah Bandung setelah menerima ultinatum kedua dari saya kembali dari Jakarta, setelah bicara dengan Sjahrir. Dalam pembicaraan itu di Regentsweg, berbicalah semua orang. Nah, disitu timbul pendapat dari Rukana Komandan Polisi Militer di Bandung, “Mari kita bikin Bandung Selatan menjadi lautan api”. Yang dia sebut lautan api, tetepi sebenarnya lautan air” – kata NasutionIstilah Bandung Lautan Api muncul di harian Suara Merdeka, pada tanggal 26 Maret 1946. Seorang wartawan muda, Atje Bastaman bersaksi telah menyaksikan pemandangan pembakaran Bandung dari bukit Gunung Leutik di sekitar Pameungpeuk, Garuk. Dari puncak bukit itu, Atje Bastaman melihat Bandung yang memerah dari Cicadas sampai dengan tiba di Tasikmalaya, Atje Bastama dengan semangat segera menulis berita terbaru dan memberikan judul “Bandoeng Djadi Laoetan Api”. Namun karena kurangnya kapasitas ruang untuk tulisan judulnya, maka judul beritapun ia perpendek menjadi “Bandoeng Laoetan Api”.[accordion] [toggle title=”Artikel Terkait”]Agresi Militer Belanda 2Perundingan Hooge ValuweMasa Penjajahan Belanda di IndonesiaPerang KamangSejarah PaskibrakaSejarah Sumpah Pemuda[/toggle] [toggle title=”Artikel Lainnya”][one_third]Biografi SoepratmanPertempuran Medan AreaSejarah Pembela Tanah AirSejarah Great Wall ChinaSejarah 12 Kerajaan Islam Di IndonesiaSejarah Great Wall ChinaSejarah PETASejarah Benua AmerikaSejarah Berdirinya Budi UtomoSejarah PKISejarah Lagu Indonesia RayaSejarah Burung GarudaSejarah Bahasa IndonesiaSejarah Patung PancoranSejarah Televisi di IndonesiaSejarah Jembatan AmperaPahlawan Nasional WanitaSejarah Kerajaan MajapahitSejarah 12 Kerajaan Islam Di IndonesiaSejarah Perjanjian TordesillasSejarah Kota Tua JakartaSejarah Brunei DarussalamSejarah Bank Indonesia[/one_third] [one_third]Sejarah Islam di IndonesiaSejarah Danau TobaSejarah GitarSejarah Alat Musik AngklungSejarah Sepak BolaSejarah Danau SingkarakSejarah MinangkabauSejarah Kerajaan Kutai KartanegaraSejarah Runtuhnya Bani UmmayahSejarah Situs Ratu BokoSejarah Partai Nasional IndonesiaSejarah Lahirnya TNISejarah Indische PartijArti Tut Wuri HandayaniSejarah Candi Gedong SongoCandi Peninggalan Agama HinduCandi Peninggalan BudhaPerkembangan Nasionalisme IndonesiaSejarah PETASejarah Benua Amerika[/one_third][one_third_last]Sejarah KonstantinopelSejarah RusiaSejarah Kerajaan TarumanegaraSejarah Kerajaan SriwijayaPeristiwa G30S/PKISejarah NaziSejarah Pembentukan PPKISejarah GoogleSejarah MPRSejarah JakartaPerang Gerilya IndonesiaPerjuangan Pembebasan Irian BaratAsal Usul NusantaraSejarah Pengembalian Irian BaratSejarah Runtuhnya Uni SovietPenyebab Terjadinya Pertempuran AmbarawaSejarah Timor TimurSejarah Perumusan UUD 1945[/one_third_last][/toggle] [/accordion] - Peristiwa Bandung Lautan Api terjadi tanggal 23 Maret 1946. Salah satu titik penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia ini ditandai dengan pengosongan dan pembakaran Bandung oleh rakyat dan tentara agar tidak dijadikan markas pasukan Sekutu dan NICA Belanda.Aksi bumi hangus di Bandung dipandang sebagai taktik yang dirasa paling ideal dalam situasi saat itu karena kekuatan pasukan Republik Indonesia tidak sebanding dengan kekuatan Sekutu dan Lautan Api menjadi salah satu peristiwa paling heroik dalam sejarah mempertahankan kemerdekaan Indonesia dan diabadikan dalam berbagai bentuk karya seni, seperti lagu atau juga Teki-Teki Pencipta Lagu "Halo-Halo Bandung" Sejarah PETA di Zaman Pendudukan Jepang Tugas, Tokoh, & Tujuan Sinopsis Film Perjuangan "Bandung Lautan Api" Sejarah Bandung Lautan Api Latar Belakang dan Penyebab Djoened Poesponegoro dan kawan-kawan dalam Sejarah Nasional Indonesia VI 2008 menuliskan bahwa peristiwa Bandung Lautan Api diawali dengan datangnya pasukan Sekutu/Inggris pada 12 Oktober pekan setelah Proklamasi Kemerdekaan RI, pasukan Sekutu yang tergabung dalam AFNEI Allied Forces Netherlands East Indies datang ke Indonesia usai memenangkan Perang Dunia II melawan Ully Purwasatria dalam penelitian bertajuk "Peranan Sukanda Bratamanggala dan Sewaka di Bandung Utara dalam Mempertahankan Kemerdekaan Tahun 1945-1948" 2014, menyampaikan, awalnya kedatangan mereka hanya untuk membebaskan tentara Sekutu dari tahanan Jepang. Namun, ternyata Belanda atau NICA membonceng pasukan Sekutu dan ingin menguasai Indonesia lagi. Bergolaklah perlawanan dari prajurit dan rakyat Indonesia atas kehadiran juga Sejarah Pengakuan Kedaulatan Indonesia oleh Belanda Sejarah Agresi Militer Belanda II Latar Belakang, Tokoh, Dampaknya Sejarah Agresi Militer Belanda I Latar Belakang, Kronologi, Dampak Infografik SC Bandung Lautan Api. Kronologi Peristiwa Bandung Lautan Api Pasukan Sekutu mulai melancarkan propaganda. Rakyat Indonesia diperingatkan agar meletakkan senjata dan menyerahkannya kepada Sekutu. Pihak Indonesia tidak menggubris ultimatum perang RI merespons dengan melakukan penyerangan terhadap markas–markas Sekutu di Bandung bagian utara, termasuk Hotel Homan dan Hotel Preanger yang menjadi markas besar Sekutu, pada malam tanggal 24 November 1945. Pada 27 November 1945, Kolonel MacDonald selaku panglima perang Sekutu sekali lagi menyampaikan ultimatum kepada Gubernur Jawa Barat, Mr. Datuk Djamin, agar rakyat dan tentara segera mengosongkan wilayah Bandung Utara. Peringatan yang berlaku sampai tanggal 29 November 1945 pukul harus dipenuhi. Jika tidak, maka Sekutu akan bertindak keras. Ultimatum kedua itu pun tidak digubris sama sekali. Beberapa pertempuran terjadi di Bandung Utara. Pos-pos Sekutu di Bandung menjadi sasaran juga Sejarah Perjanjian Linggarjati Latar Belakang, Isi, Tokoh Delegasi Sejarah Perundingan Renville Latar Belakang, Isi, Tokoh, & Dampak Sejarah Konferensi Meja Bundar KMB Latar Belakang, Tokoh, Hasil Tanggal 17 Maret 1946, Panglima Tertinggi AFNEI di Jakarta, Letnan Jenderal Montagu Stopford, memperingatkan kepada Soetan Sjahrir selaku Perdana Menteri RI agar militer Indonesia segera meninggalkan Bandung Selatan sampai radius 11 kilometer dari pusat kota. Hanya pemerintah sipil, polisi, dan penduduk sipil yang diperbolehkan tinggal. Menindaklanjuti ultimatum tersebut, pada 24 Maret 1946 pukul Tentara Republik Indonesia TRI di bawah pimpinan Kolonel Nasution memutuskan untuk membumihanguskan Bandung. Rakyat mulai diungsikan. Sebagian besar bergerak dari selatan rel kereta api ke arah selatan sejauh 11 kilometer. Gelombang pengungsian semakin membesar setelah matahari tenggelam. Baca juga Kronologi Sejarah Perang Padri Tokoh, Latar Belakang, & Akhir Sejarah Kesultanan Tidore Pendiri, Kejayaan, & Daftar Raja-Sultan Kronologi Sejarah Perang Diponegoro Sebab, Tokoh, Akhir, & Dampak Pembumihangusan Bandung pun dimulai. Warga yang hendak meninggalkan rumah membakarnya terlebih dahulu. Pasukan TRI punya rencana yang lebih besar lagi. TRI merencanakan pembakaran total pada 24 Maret 1945 pukul namun rencana ini tidak berjalan mulus karena pada pukul dinamit pertama telah meledak di Gedung Indische tidak sesuai rencana, pasukan TRI melanjutkan aksinya dengan meledakkan gedung-gedung dan membakar rumah-rumah warga di Bandung Utara. Malam itu, Bandung terbakar dan peristiwa itu kemudian dikenal dengan sebutan Bandung Lautan Api. Baca juga Sejarah Peristiwa PKI Madiun 1948 Latar Belakang & Tujuan Musso Sejarah Pemberontakan DI-TII Kartosoewirjo di Jawa Barat Sejarah Bubarnya VOC Faktor Penyebab & Daftar Gubernur Jenderal Tokoh Bandung Lautan Api Dari Indonesia Mohammad Endang Karmas, Moeljono, Datuk Djamin, Soetan Sjahrir, Kolonel Nasution. Dari Belanda Brigadir MacDonald, Letnan Jenderal Montagu heroik terkait dengan bumi hangus kota Bandung oleh Nasution dan kawan-kawan itu belakangan melahirkan lagu perjuangan Halo Halo Bandung, yang masih diperdebatkan siapa paling kuat menyatakan bahwa Ismail Marzuki adalah penciptanya. Alasan utamanya karena dia adalah salah seorang pencipta lagu yang telah banyak menghasilkan lagu-lagu nasional dan bermukim di turut menjadi saksi mata saat Bandung Lautan Api terjadi. Kendati demikian, memang belum ada bukti kuat yang langsung mengarah pada dirinya telah menciptakan lagu lain menyanggah Ismail sebagai penciptanya, datang dari Pestaraja Marpaung Bang Maung, seorang veteran perang. Dia adalah salah seorang pejuang dalam insiden Bandung Lautan Bang Maung, seperti termuat dalam buku Saya Pilih Mengungsi Pengorbanan Rakyat Bandung untuk Kedaulatan Ratnayu Sitaresmi, dkk., 2002, lirik dan lagu Halo-Halo Bandung tercipta secara spontan. Penyusunnya adalah para pejuang republik yang kala itu menjadi pelaku sejarah Bandung Lautan Api. Lagu ini tidak dikarang oleh dari kontroversi tersebut, lagu Halo-Halo Bandung telah menjadi salah satu lagu kebanggaan rakyat Indonesia. Lirik dengan iramanya yang menghentak turut menggugah semangat kisah Mohamad Toha dan kawannya Ramdan yang jadi martir dalam peledakan gudang mesiu Tentara Sekutu, difilmkan Usmar Ismail dengan judul Toha Pahlawan Bandung Selatan. Baca juga Perbedaan Animisme-Dinamisme Sejarah, Pengertian, & Contohnya Sejarah Pemberontakan Nambi vs Majapahit Mati karena Fitnah Keji Sejarah Kerajaan Panjalu Kediri Letak, Pendiri, Raja, & Prasasti - Sosial Budaya Kontributor Alhidayath ParinduriPenulis Alhidayath ParinduriEditor Iswara N RadityaPenyelaras Yulaika Ramadhani

bandung lautan api mp3